Thursday, October 13, 2011

Trishakthi and Malaysian Politics by Azly Rahman (with Malay translation)

Trishakthi and Malaysian Politics 
by Azly Rahman
(with Malay translation)

Come General Election # 13 in Malaysia, who's going to lead the cybernetic revolution of the Third Force, Third Wave, guided by the Third Eye? The Messiah we need to get us out of the Matrix ...

Third Force, Third Wave, Third Eye = Tri-Shakhti ... a force that should shape new politics away from the current ideological impasse ...Bloggers, commentators in social media must come together and ignite this new intellectual revolution in educating the masses. TRISHAKTI ... third force, third wave third eye ... A force that will color Malaysian politics blind. A force that will be a vigilante to the abusers of power. No one can stop it. The internet is anarchy -- ride its wave.

The Kuhnian Revolution in science proposed that when there are too many questions unanswered as a consequence of the end of history for the prevailing worldview, the paradigm is meeting the near-collapse of its existence. This is said in Kuhn's classic work The Structures of Scientific Revolution. (Thomas Kuhn is a Harvard historian of science)

Malaysia is facing such a crisis - the near collapse of the Barisan Nasional Paradigm. There are too many questions unanswered and too many structures crumbling - judiciary, education, law enforcement, economics, culture, etc. The third wave is here - postmodernity. The first wave, traditional societies gave way to modernization.

In Malaysia, both waves have failed; as consequence of failed policies of modernization taken over by privatization, Look East, and Malaysian Inc. as policies. Vision 2020 is a meaningless slogan created by the ideology of Mahathirism. Capitalism developed without ethics fueled by greed and convenienced by race-based politics.

The third wave is here. The March 2008 tsunami was warning of its inevitability.

But the Third wave needs a Third Force and a Third Eye; Third Force cannot be stopped, Third Eyes cannot be blinded.

TRISHAKTI is here. We need a leader -- an intellectual leader. Current leaders do not understand this force. They are in it and drowned by it, like fish in the water.

Let us push this idea to the masses and see it dance in the Malaysian cyberspace and gets translated into praxis. TRISHAKTI resides in the cave -- Plato's cave

________________________________________________________________

Trishakthi dan Politik Malaysia
oleh Azly Rahman
terjemaan: Zulqurnain Othman

Tibanya PRU13 betapa persoalannya siapakah yang akan mengetuai Revolusi Cybernatik atau Revolusi Cyber dan berlebih lagi dari kerangka Kuasa Ketiga atau Gelombang Ketiga dan berpimpinan dari Mata Ketiga yang mungkin juga boleh di ertikan selaku jurusan mata hati atau mata kalbu. Lantas kemungkinan juga perlunya kita berpaksi kepada Tokoh Penyelamat laksana Al Mahdi yang bisa membawa kita keluar dari kejumudan kewujudan kita masa kini.

Kuasa Ketiga juga gelombang ketiga dan dari itu mata ketiga=Tri Shakthi jikalau di ertikan dari bahasa sanskrit asalnya. Kuasa ketiga ini yang boleh membentuk aliran politik baru yang sewajibnya berjauhan dari ideologi-ideologi jalan buntu sekarang ini. Blogger-blogger juga tukang-tukang komen/ulas media sosial mesti bersatu mencetus dan menyalakan api revolusi intellectual baru demi menyerlahkan bahasa minda masyarakat majmuk.

TRISHAKTHI ... kuasa ketiga, gelombang ketiga mata ketiga... Satu kuasa yang keseluruhannya mewarnai poltik Malaysia hingga terus menjadi buta dari elemen-elemen rasis dan perkauman jumudnya. Kuasa yang pastinya menjadi laksana seorang vigilante atau sang skodeng yang bisa menjerit lantang sekiranya ada sang penguasa2 menyalah guna tampuk kuasa. Tiada siapa yang boleh menghalang

TRISHAKTHI. Dunia Internet sememangnya berbentuk anarki atau caca marba -- kita gunakan sepenuhnya.
Revolusi Kuhnian di dalam wadah sains melamarkan apabila dan tatkala adanya terlalu banyak persoalan yang tidak terjawab hasil dari berakhirnya ketamadunan sejarah atau "the end of history" dan di ertikan dari pandang dunia sedia ada atau prevailing worldview, paradigma ketika itu seperlunya berhadapan tanpa selindung keadaan hampir langsung roboh - near collapse pandang dunia atau world view itu. Kenyataan ini termaktub di dalam Teori Klasik Pendita Kuhn - The structures of Scientific Revolution ( Struktur-Struktur Revolusi Sains) Thomas Kuhn ialah seorang pakar sejarah sains dari Universiti Harvard.

Malaysia sememang nya berhadapan dengan krisis sebegitu rupa - keadaan hampir roboh langsung - "near collapse" Gabungan Barisan Nasional atau lebih tepatnya Paradigma BN itu. Terlalu banyak persoalan yang tidak terjawab dan terlalu banyak struktur-struktur yang telah reput - kehakiman, pelajaran, kuatkuasa undang2, ekonomi, budaya, dlll. Kuasa Ketiga telah ada sekarang ini - pasca modern atau postmodernity. Gelombang Pertama, masyarakat tradisional memberi ruang kepada modernisasi.

Di Malaysia, kedua dua gelombang - masyarakat tradisi dan modernisasi berakhir dengan kegagalan;hasil dari polisi polisi modernisasi di ambil alih oleh privitasi(privatization), Pandang Timur(Look East) dan Perbadanan Malaysia(Malaysia Inc.) sebagai polisi polisi gantian. Wawasan 2020 adalah satu slogan tanpa makna yang di bina dari ideologi Mahathirsme atau Mahathirism. Capitalism atau sistem kapitalis tanpa peradaban(ethics) di sogok lagi dengan naluri tamak tanpa had dan di permudahkan dan di selaraskan bersama 'kejituan' politik perkauman
.
Gelombang Ketiga sebenarnya sudah sampai. Tsunami 03/08 adalah amaran ketibaannya. Tidak dapat tidak.

Akan tetapi gelombang ketiga memerlukan kuasa ketiga juga mata ketiga. Justeru kuasa ketiga tak dapat di tahan dan mata ketiga tak dapat di rabunkan malah di butakan sama sekali.

TRISHAKTHI telah sedia hadir dan kita perlukan ketua --ketua berintellek. Ketua ketua yang ada tiada faham akan kuasa ketiga ini. Arakian mereka telah berada di dalam nya tetapi lemas di dalam nya, mungkin juga di ibarat ikan di dalam air bahkan tiada sedar ia sebenarnya beralamkan fitrah nya tetapi masih sesak lantas tenggelam setenggelamnya.

Mari kita ketengahkan idea gelombang ketiga ini and melihat nya menari nari ria di dalam alam cyber Malaysia tercinta. Juga meneropong ketika ia di bentuk menjadi aturcara aturcara gerak kerja ataupun praxis.

Maka Trishakti bermukim di Gua ahli filasuf Plato!

terjemahan: Zulqurnain Othman
from: Trishakthi and Malaysian Politics by Azly Rahman.

___



No comments:

Lecture: Edward Said

Loading...

Lecture: Noam Chomsky

Loading...

Lecture: Jacques Derrida

Loading...

Lecture: Jean Paul Sartre

Loading...

Movie: 1984

Loading...

Movie: Animal Farm

Loading...

Movie: Chicken Run

Loading...

Poems: Rumi

Loading...

Dialogue on Religion: Karen Armstrong

Loading...

Dailogue on Religion: Huston Smith

Loading...

Islam

Loading...

Humanism

Loading...

Jainism

Loading...

Sikkhism

Loading...

Hinduism

Loading...

Bahai

Loading...

Confucianism

Loading...

Taoism

Loading...

The Bhagavad Gita

Loading...

Jesus of Nazareth

Loading...

Siddharta Gautama

Loading...

Prophet Muhammad (Pbuh)

Loading...